Menara Mancis Tertinggi Dunia

on Sunday, 2 September 2012

Inilah menara yang terbuat dari korek api tertinggi di dunia, dengan tinggi 6 meter 53 cm, yang dibuat perajin asal Lebanon, Tofic Daher.

Menara Eiffel dari Korek Api
Bangunan dengan model Menara Eiffel dibuat dari sekitar 6 juta batang korek api pada 11 November 2009 lalu. Perajin yang sehari-harinya menggunakan kursi roda ini menghabiskan 2.316 jam kerja dan biaya US$11.000 guna membeli 6 juta batang korek api, 6.240 lampu kecil, dan 23 lampu sorot. Keberhasilan Tofic mengalahkan rekor dunia sebelumnya, yang menggunakan model bangunan Big Ben setinggi 3,98 meter dan membutuhkan 1,25 juta korek api. (**)
Karya Tofic Daher

Padang Tenis Tertinggi Dunia

Bagaimana jadinya jika bermain tenis di lapangan yang mendekati langit? Jika penasaran, Anda bisa mencobanya di lantai atas hotel Burj Al Arad di Dubai, Uni Emirat Arab dengan perkiraan ketinggian 198,12 meter. Luas lapangannya sendiri mencapai 415 meter persegi, yang digunakan pertama untuk Dubai Open tahun 2005 lalu. Berikut foto-fotonya:




Hari Jadi Mungkin Boleh Jadi Hari Terakhir


Ulang tahun ternyata berpotensi mematikan hal ini ditunjukan banyaknya orang yang meningal dihari ulang tahunya.

Menurut penelitian hubungan ulang tahun dengan kematian di jelaskan dalam sebuah hipotesis reaksi ulang tahun atau blues ulang tahun dimana stres memainkan bagian penting. Penyebab kematian saat ulang tahun termasuk serangan jantung, stroke, kanker, jatuh, dan bunuh diri.
“Kami menyimpulkan bahwa ulang tahun bisa berakhir mematikan, lebih sering daripada yang diharapkan” kata Dr Vladeta Ajdacic-Gross di Swiss.

Kesimpulan ini diambil dari penelitian yang menganalisis 2,4 juta kematian selama 40 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 13,8 persen lebih banyak kematian pada hari ulang tahun jika dibandingkan dengan hari lain sepanjang tahun.

Risiko itu meningkat seiring dengan pertambahan usia. Angka tersebut naik menjadi 18 persen. Hasil untuk penyakit individu menunjukkan bahwa ada 18,6 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung, termasuk serangan jantung, dan risiko yang lebih tinggi hingga 21,5 persen untuk stroke. Ada juga peningkatan 10,8 persen pada kematian di antara penderita kanker.

Di antara pria, ada kenaikan 34,9 persen pada tingkat bunuh diri dan 28,5 persen pada kematian disengaja. Ada juga kenaikan 44 persen pada jatuh fatal pada hari ulang tahun dengan risiko meningkat dari sekitar empat hari sebelum ulang tahun.

Orang tua, khususnya, berpendapat mereka cenderung merasa stres pada hari ulang tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan rumah sakit untuk kondisi kardiovaskular lebih sering terjadi pada hari ulang tahun. Studi ini dipublikasikan di Annals of Epidemiology.


Tempat Selam Terbaik Dunia

Indonesia memang akan selalu bangga dengan kekayaan alamnya. Sebab selain berlimpah, juga indah terlihat seperti dilihat dalam spot-spot menyelam terbaik dunia, dimana salah satunya berasal dari Raja Ampat, Maluku. Mana saja lokasi lainnya? Kita lihat bersama foto di bawah ini:



1. Cenote Taj Maja, Mexico


2. Santa Rosalia, Sea of Cortez, Mexico


3. Channel Islands, California


4. Bikini Atoll, Marshall Islands


5.Wakatobi Archipelago, Indonesia


6.Fathom Five National Marine Park, Ontario


7.Ras Mohammed National Park, Egypt


8.Raja Ampat, Indonesia


9.Utila Island, Honduras


10.Los Islotes, La Paz, Mexico

Perubahan Wajah Pelakon Harry Potter

Pesona film sihir karya JK. Rowling ini bukan hanya mempesona anak kecil, namun juga orang dewasa yang sampai rela antre membeli tiket film terakhir tersebut. Mari kita lihat berbagai perubahan wajah dari para bintang film tersebut, saat bocahnya dan sekarang. Dijamin, Anda pangling:




1. Harry Potter (Aktor: Daniel Radcliffe)


2. Ron Weasley (Aktor: Ruperth Grint)


3. Hermione Granger (Aktris: Emma Watson)


4. Draco Malfoy (Aktor: Tom Felton)


5. Fred & George Weasley (Aktor: James & Oliver Phelps)


6. Neville Longbottom (Aktor: Mathew Lewis)


7.Trio Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger dulu dan sekarang

Makanan Untuk Mengembalikan Mood

Tekanan di sekolah atau tempat kerja, berselisih dengan teman, atau hal-hal buruk lainnya bisa memperburuk perasaan kita. Biasanya saat begini, kita jadi malas makan. Walau sesungguhnya bisa merembet pada kesehatan tubuh.

Nah, daripada menghindari makanan, kenapa tidak coba jenis makanan berikut ini. Menurut penelitian, inilah makanan yang akan memperbaiki mood buruk kita.


Saat sedih

Ikan salmon, contoh ikan yang kaya akan Omega-3


Kalau sedang sedih, coba untuk makan makanan yang kaya akan Omega-3. Tujuannya adalah meningkatkan mood serta mengatasi tekanan agar tidak semakin larut dalam kesedihan.

Menu yang dianjurkan: ikan-ikanan, telur, daging merah. 


Saat marah

Daging unggas, ayam bakar


Menurut penelitian di Jepang, seperti dikutip dari ivillage.co.uk, zinc dapat membantu mengendalikan emosi dan meredakan kemarahan.

Menu yang dianjurkan: daging merah, daging unggas, produk susu, makanan laut, gandum-ganduman, kacang-kacangan.


Saat takut

Brokoli, contoh sayur yang kaya akan folat


Sedang takut dan tidak tenang akan sesuatu? Yang perlu dikonsumsi adalah menu-menu yang kaya akan folat. Seperti halnya Omega-3, folat akan membantu mengatasi perasaan tidak tenang yang dialami.

Menu yang dianjurkan: alpukat, sayuran berdaun hijau, asparagus, kacang-kacangan, kacang polong.


Saat tak percaya diri

Para peneliti di McGill University Monteral mengatakan, cara mengatasi kurang percaya diri bisa dengan mengonsumsi makanan yang mengandung tryptophan.

Menu yang dianjurkan: daging (terutama ayam), ikan (terutama salmon dan tuna).


Saat patah hati

Banyak orang bilang saat sedang sedih, cokelat akan membantu mengatasi kesedihan tersebut dan mengembalikan mood. Hal ini memang benar, cokelat mengandung bahan kimia yang bisa menenangkan, meningkatkan mood serta membuat seseorang bahagia.


Saat cemas

Saat sedang cemas, gugup dan bingung, lebih baik hindari kopi. Gantikan dengan teh herbal yang jauh memberikan ketenangan dan membuat rileks.

Menu yang dianjurkan: secangkir teh hangat agar kembali relaks dan tenang, serta meredakan gugup.

Kulit Buku Dari Kulit Manusia

Aneh tapi nyata, dalam catatan sejarah ada sekumpulan buku dengan sampul menggunakan kulit manusia. Hal ini pernah dipraktekan sekitar abad 17 hingga abad 19. Di bawah ini 4 buah buku yang dimaksud.




1. Garnet A Jesuit dan Konfederasi Nya (1606)


Garnet A Jesuit

Para Plotter adalah sekelompok pemberontak Katolik yang di tahun 1605 mencoba untuk membunuh Raja Protestan James I dari Inggris, putra sulungnya. Rencana mereka dengan meledakan mesiu selama sesi dari Rumah Parlemen. 

Usaha, yang kemudian disebut Plot Bubuk Mesiu (Plotter Gunpowder) gagal. Para pemberontak ditangkap dan dieksekusi. Salah satu pemberontak yang kisahnya cukup terkenal adalah Guy Fawkes. Dagingnya digunakan setelah eksekusi untuk mengikat buku ini. Buku ini memiliki prasasti Latin pada sampulnya yang bila diterjemahkan berbunyi "Membaca Ini adalah salah satu contoh yang paling terkenal dari bibliopegy anthropodermic, karena banyak yang percaya bahwa Anda dapat melihat wajah Bapa, yang selamanya dipelintir kesakitan sebagai penyesalan karena dihukum daging." 


2. Leeds, Inggris Ledger (1700) 


Leeds, Inggris Ledger


Pada tahun 2006, buku besar 300 tahun ditemukan di Leeds pusat kota, Inggris. Tidak banyak yang diketahui tentang buku ini. Tampaknya buku ini juga merujuk ke tahun 1700, dibuat selama Revolusi Perancis, saat anthropodermic bibliopegy mendapatkan popularitasnya. 

Jika ini memang dibuat selama Revolusi Perancis, maka buku ini dapat berdiri di samping dokumen-dokumen lain seperti Hak Manusia dan Konstitusi Perancis 1793 yang juga diyakini memiliki salinan terikat dalam daging manusia.


3. Pembunuhan Yudisial Barn (1828)


Pembunuhan Yudisial Barn

Pembunuhan Barn Merah adalah sebuah pembunuhan keji yang terjadi di Polstead, Suffolk, Inggris pada tahun 1827. Kasus ini dimulai ketika seorang wanita muda bernama Maria Marten memiliki anak, William Corder di luar nikah. Saat itu kasus ini merupakan pelanggaran yang dapat mengakibatkan penganiayaan dari petugas paroki. 

William Corder dibunuh dan kemudian tubuhnya dibedah dan diperiksa oleh profesional medis. Kerangkanya menjadi alat bantu mengajar di sebuah Rumah Sakit Barat Suffolk. Kulitnya yg kecokelatan oleh seorang ahli bedah bernama George Creed dan digunakan untuk mengikat Buku yang ditulis oleh Creed.

Ada tulisan pada buku yang menjelaskan soal ini. Bunyinya kira-kira: "Pengikat buku ini adalah kulit Pembunuh William Corder. Diambil dari tubuhnya yang kecokelatan pada tahun 1828. George Syahadat Surgeon di Rumah Sakit Suffolk".




4. Bibliigrafi James Allen, alias Jonas Pierce, alias James H. York, alias Burley Grove. (1837)

Bibliigrafi James Allen, alias Jonas Pierce, alias James H. York, alias Burley Grove


James Allen hidup di awal abad 19 di Massachusetts. Dia perampok yang akhirnya tertangkap setelah mencoba merampok seorang pria bernama John A. Fenno di Massachusetts Turnpike. 

Menjelang kematiannya, Allen meminta salinan memoarnya yang telah ditranskripsi oleh sipir penjara akan terikat di kulitnya dan diberikan kepada Fenno. Buku ini sejak itu telah disumbangkan oleh nenek moyang Fenno kepada Anthenaeum Boston.

Giant Automatic Highway Builders of the Future

on Monday, 16 January 2012



"Highways by Automation" by Arthur Radebuagh (Washington Star, August 3, 1958)

After President Eisenhower pushed legislation in 1956 that would radically expand the U.S. highway system, artists began to imagine which technologies might shape our highway-rich future. These weren’t your father’s superhighways of tomorrow. These were highways built for self-driving cars; highways stretching from Alaska to Russia; highways running through the bottom of the sea.

The August 3, 1958 edition of Arthur Radebaugh‘s Sunday comic “Closer Than We Think” envisioned highways built by gigantic machines. These machines would roll along the untouched land, clearing a path with a tree crushing mechanism in front, and pour concrete out its rear, leaving a perfect highway in its wake. The text accompanying the comic explained:


Tomorrow’s turnpikes will “flow” out of giant machines like magic ribbons across the countryside. The basic equipment is already in existence; only a few improvements are needed.

The forward section of such a road-builder would be a variant of the new jungle-smashing LeTourneau “tree-crusher” combined with a grader. The middle section would pour concrete in a never-ending flow, with the rear portion leveling the still soft pavement. A line of freighter helicopters would be on hand to feed the behemoth with the material necessary to keep it moving across any type of country.

Where did old Art get such a silly idea? Radebaugh was likely inspired by an episode of Disneyland*which aired just a few months earlier. Magic Highway, U.S.A. was originally broadcast on ABC on May 14, 1958 and depicted the glorious future of hovercars and automation that exemplify mid-century, techno-utopian futurism. The episode also showed various automatic highway builders, including the one below. The narrator explains that “in one sweep a giant road builder changes ground into a wide finished highway.”


From the May 14, 1958 Disneyland TV episode Magic Highway, U.S.A.

Hosted by Walt Disney, narrated by Marvin Miller (Robby the Robot in Forbidden Planet), and directed by Ward Kimball, Magic Highway, U.S.A. is a perfect artifact of the era, with a heavy emphasis on the family car. Watching the episode today, it amazes me that the episode wasn’t broadcast in color until July 29, 1962. The incredibly lush color palette of the animated sequences are truly what make the episode so stunning and may explain why TV critics gave it terrible reviewswhen it first aired, describing the future as “hideous if Disney artists have their way.”

*People are often confused when I refer to Disneyland as a TV program. From 1954 until the fall of 1958, ABC aired Walt Disney’s TV program Disneyland, which would change names many times over the years. In the fall of 1958 Disneyland would become Walt Disney Presents, then Walt Disney’s Wonderful World of Color in the 1960s, The Wonderful World of Disney throughout the 1970s, and maybe half a dozen more iterations throughout the 1980s, 90s and 2000s. The name I remember from my childhood was The Magical World of Disney, which was the title when Michael Eisner was hosting the show from 1988 until 1996.

via source
 
© InfoSitBack All Rights Reserved